Info Wisata

Domba Garut si Raja Laga

15/03/2019 13:11:23   0

Kota Garut tidak hanya terkenal dengan makanan khas dan objek wisatanya saja,  kesenian Atraksi Adu Domba pun menjadi salah satu daya tarik para wisatawan untuk datang ke kota Garut. Misalnya jika kita datang ke desa Rancabango kita dapat melihat sebuah peternakan domba Garut milik Kapoles. Di peternakan itu terdapat berbagai jenis domba, mulai dari induk sampai anaknya. Peternakan ini berfungsi sebagai objek wisata dan berfungsi untuk mempernalkan domba khas Garut kepada para wisatawan yang datang ke kota Garut.


Menurut Jajang Sunarto atau biasa di panggil Pak Ato, ketua Himpunan Peternak Domba Kambing (HPDKI) Mekar Jaya, atraksi kesenian adu domba ini biasanya diadakan secara bergiliran. Minggu pertama biasanya du Domba diadakan di Desa Mekar Jaya, minggu kedua diadakan di desa Cipager, minggu ke tiga diadakan di Desa Kondang Rege dan minggu terakhir biasanya diadakan di desa Rancabango.


Ciri khas dari domba Garut antara lain adalah badannya yang besar. Domba Garut jantan yang sudah tua mempunyai berat antara 60-80 kilo, sedangkan domba Garut betina mempunyai berat 30-40 kilo. Tanduk domba jantan terbilang besar dan melengkung ke depan, domba betina tidak mempunyai tanduk, ekornya pendek dan agak besar, bentuk telinganya agak panjang. Bulunya lebih panjang dan halus dibandingkan domba asli, warnanya putih, hitam dan coklat dan lainnya.


Atraksi Adu Domba ini biasa dimulai sekitar pukul 09:00 – selesai. Adu Domba Garut ini biasanya dimulai dengan pendaftaran terlebih dahulu. Harga tiket pendaftaran berkisar Rp.30.000 untuk satu ekor Domba dan Rp.60.000 untuk satu pasang Domba Adunya. Pemilik domba biasanya telah bersepakat untuk saling mengadu dombanya, sehingga mereka sudah mengetahui siapa lawan tandingnya nanti. Pemimpin pertandingan juga disebut dengan wasit. Dalam perlombaan ini kelasnya biasanya ditentukan berdasarkan jumlah tandukan dalam masing-masing pertandingannya. Dan bagi pemenangnya biasanyaakan mendapatkan Door prize seperti kaos,tv, dan lain-lain.


Atraksi ini biasanya diiringi oleh gamelan yang menyanyikan lagu-lagu khas Sunda. Contohnya pada saat adu domba di desa Mekar Jaya ini salah satu pengiring gamelannya berasal dari sangggar seni Gentra Purwa 2. Alat musik yang digunakannya pun bermacam-macam mulai dari rebab, gendang, goog, dll. Alat – alat musik ini sudah jarang ditemukan saat ini, pemain alat musiknya pun terdiri dari orang –orang yang sudah lanjut usia. Menurut salah satu Sindennya sudah tidak banyak lagi dari kalangan muda yang mau belajar tentang kesenian khas Sunda.


Hal ini yang justru cukup mengundang perhatian dimana tidak adanya minat generasi muda untuk mulai melestarikan seni sunda khususnya adu domba. Kesenian adu domba dan gamelannya tidak bisa dipisahkan. Tentu saja akan mengurangi nilai seninya jika suatu saat aktraksi adu domba itu tidak diiringi gelaran gamelan jika tidak ada lagi generasi penerus yang mau melanjutkan menjadi pemain gamelan pengiring atraksi adu domba itu sendiri. Oleh karena itu perlu ada perhatian dari semua orang Garut untuk mulai melestarikan dan menjaga kesenian khas Garut ini.

Artikel Serupa